Sabtu, 10 Oktober 2015

Labur Lebur Libur


Mengenang budi menjalin kesepakatan diri,
Kesepakatan diri lambang ketinggian jiwa yang murni,
Ketinggian jiwa olahan dari rasa di sanubari,
Nurani dijelma oleh dasar jujur kerana budi.


Lafaz juga makna pemancar yang menterjemahkan prestasi,
Kekendirian berbentalakan akar umbinya akidah,
"Sesungguhnya kamu berada di dalam Penglihatan Kami,
Bersabarlah kamu dalam menanti ketetapan Allah."


Antara pertama dan ke tiga amat suka pada tempat ke dua,
Mana nak digenggam antara harta dan dunia akhirat sahaja atau berada antara ke duanya,begitulah maknanya,
Luruskanlah jalan bagiku Ya Allah agar cerdas akal fikir jiwa dan raga,
Menimbang dengan adil menawar dengan kasih sayangMu yang penuh redha.


Di tangan sendiri milik segala kehendak,
Cita-cita impian hasrat jelmaan dari niat,
Tanggungjawab bukankah amanah untuk menyantuni apa yang telah terledak,
Usah terlupa bukankah Umar pernah di igau rasa bersalah yang panas menghangat.


Kanan dan kiri amalan akan dihitung,
Banyak atau kurang sendiri yang timbunkan,
"Bacalah olehmu kitab ( suratan amal) cukuplah engkau sendiri pada hari itu menjadi penghitung,
Terhadap dirimu (terhadap apa yang telah engkau lakukan)."


Gabungan dunia dan akhirat menjalin kebendaan juga kerohanian,
Mendasar pada akhlak jujur amanah dan menunaikan janji,
Amat indah bila setiap yang dilakar bermutukan nilaian,
Mana yang memenuhi syariat dipergunakan membina ekonomi.


Melabur bukan bermaksud melebur,
Melebur bukan pula niat mahu melibur,
Apakah benar hati telah terhibur?,
Setelah pasti jasad yang akan diiring ke kubur.


Allah Saksi Saya

Saya tidak tahu mengapakah kini ip address saya dikatakan dari Amerika berdasarkan Live Traffic Feed.

Now i don't understand how my ip address be known coming from America according to Live Traffic Feed.

Return My Rights on 'thanaif' And 'tejathanaif' Pen Name

No pictures can be placed on my blogs if it not did by me.

Any picture which is not me (Lelawati binti Mohd Ali)  is invalid.



Catatan sepanjang tahun 2013 di blog ini didapati hilang tatkala blog ini disahkan sebagai sah dan selamatuntuk dilayari.



I do not accept it.

I will sue anyone or any community who are control or take over my rights on this precious notes which i am wrote by my own. :) 

I never wrote this all notes with anyone.



I wrote it in my own language bahasa melayu.

Return back all my rights on all my blogs...

Made From Malaysia

BLOG INI MENJADI TIDAK SAH JIKA IA MEMPAPARKAN GAMBAR-GAMBAR INDIVIDU YANG TIDAK SAYA KENALI.


Hanya gambar yang saya sendiri memuat naikkan sahaja dianggap sah.



Saya perlu menjelaskan beberapa perkara penting mengenai blog Bentala Kendiri Tunjangnya Akar Akidah yang dibina pada Febuari 2006.

Saya telah mengubah blog menjadi Bentala Kendiri Tunjangnya Akar Akidah Mengubah Dunia pada bulan Ogos 2012.

Diminta agar Google Chrome atau Window tidak mengganggu dashboard profil blog-blog saya supaya ia tidak
 menimbulkan salah faham di antara saya dengan keluarga, saudara dan handai taulan.

Ianya  juga tidak mempunyai pertalian dengan blog-blog dari Jerman dan beberapa blog lain yang berbahasa asing.


Blog ini tidak dibina di Amerika atau di England. 




In English :
I need to clarify some important things about my blog
BentalaKendiriTunjangnyaAkarAkidah produced in February 2006 which i had change into BentalaKendiriTunjangnyaAkarAkidah Change the World in August 2012.


I should explain that this blog has no association with any of my nieces and nephews.



Obviously there are no clear intention to aimed to create a misunderstanding between me and my nieces and nephews or my own siblings and in laws.


This blog has no affiliation with blogs from Germany and a few other blogs that speak foreign languages.


This blog is not create in America or in England.


I create this blog during my staying in Qatar.





 

Isnin, 28 September 2015

Benua Yang Ada Harga


Jauh berjalan di tengah benua bersua rupa berselisih masa.

Meredah pasir gurun berseli ribut pasir yang masin.

Terlihat mega megah megak siulan yang jinak namun liar si mergastua.

Diam-diam perlukan gagah hati dengan penuh yakin.


Di dalam kalbu selalu berpesan,
Tidak perlu bercita-cita tinggi membina kota,
Andai tak pandai mencipta kegembiraan,
Persepsi usah sekali di perhitungkan.


"Lelaki adalah pemimpin bagi wanita."
"Mengapa?"
"Kerana Allah telah melebihkan sebahagian mereka atas sebahagian yang lainnya."
"Kerana???"
"Mereka telah membelanjakan sebahagian harta mereka."


Hanya boleh jadi pemimpin bila ada yang hendak dipimpin.
Manis usah terus ditelan pahit usah terus dibuang.

Berhati-hati jangan sampai terasa diri lebih dari yang dipimpin.
Muktamatnya keserasian roh umpama pigura yang menghias sudut antara tiang-tiang.

Seutas tali adalah penyatuan keturunan manusia.
Berkembang biak lelaki dan perempuan.

Darah uratnya jantung nadinya letaknya cinta inilah rahsia.
Dari Rahmat dan Pemurahnya benua yang jauh sebenarnya adalah berdekatan.

Seorang diri kembali saya berkata-kata.

Insan yang muda di hormati.

Insan yang tua di hargai.

Manusia diperintah untuk mencipta kemakmuran di muka bumi.

Manusia diperintah untuk menyembahNya sehingga mati.

Namun alangkah indahnya jika dilaksanakan dengan saling bahu membahu atas dasar kebaikan.

Ia terbit dari takwa.

Sesudah berikhtiar kita bertawakal sekuat hati sebab sikap ini berupaya menerbitkan rasa berani menjauhi risau resah juga bimbang.

Dari tawakal ini juga akan ada rasa berani menghayati apa yang telah di tetapkan oleh Allah.

Mereka yang berjaya adalah bila berupaya melakukan perubahan.

Namun yang pastinya yang hebat adalah pemimpin yang ada nilai mulia akhlak.

"Tidak senyum ke atas namun yang di bawah sedia ditolak."


CATATAN KHAMIS  8/6/06


Sedetik Berlalu Sesaat Tak Lupa

Bergantian saat harian berlalu,
Berseliseh zaman menapak waktu,
Seakan-akan mengizinkan rasa untuk mengenang-ngenang
Pada rembulan di awanan.


Pada kesayup-sayupan bebintang di dada awan gemawan,
Pada pantai yang bertemankan pepasir putih yang redup di bawah teduhan hijau pohonan rhu,
Pada merah batuan bukit- bukau yang ditarah ditebuk dipahat robek.


Menghilangkan kicauan unggas,
Mentempiarkan beburung yang tenang berkawan-kawan,
Melontarkan tempawan yang menghias bersinar,
Menegakkan batuanbatu bata pejal yang ribuan dan jutaan di pasaran dengan tanda harga yang tidak mudah di susut nilaikan.


Mengenang pada janji-janji,
Yang bilakah mahu termeterai?
Yang sengaja di sukarkan.


Oleh tingkah kata berlainan rasa berbeza idea,
Mengilham hujjah untuk membela kemahuan yang memudarkan harapan,
Harapan sarat kemustahilan,
Yang sebenarnya punya nilai metia,
Metia yang terluncur dari berbagai rasa,
Hiba rasa sayu yang sendu seorang ibu dan anak,
Berdoa penuh harapan,
Tanggungjawab mendahulukan kemaslahatan,
Kemaslahatan insan untuk ruang mematikan bencana.

Rahmat Kekasih Allah sallallah hu alaihiwassalam jika diintai-intai,
Adalah metia bernilai tak pudar sinar.


Insan bila sedia menyakini ia mudah untuk memahami.
Faham bila ia dipandu arah,

Oleh wahyu langit dan qudwah hasanah Nabi sallallahhu alaihi wassalam.


Allah Ta'ala  Maha Mengetahui.

POSTED BY THANAIF  

Yang Indah itu Apabila Kita Insaf

                   Indah budi kerana bahasa indah bahasa kerana jiwa.

Jiwa lahir dari fitrah yang terbebas dari sifat 'ananiah' tidak terbelenggu oleh runtunan jiwa yang resah.

Insan tetap bukan malaikat yang bila dikembalikan kepada Allah , Allah dengan sifat RahmatNya akan mengasihi dan menyayangi.



Malam tadi saya ada membaca bicara hikmah Saidina Ali bin Abu Thalib.



" Usahlah termasuk di dalam golongan mereka yang apabila berkata mereka berkata dengan perkataan orang 'zahid' namun berbuat dengan pekerjaan serakah."


" Usahlah termasuk di dalam golongan yang suka kepada orang soleh namun tidak mengerjakan pekerjaan orang soleh."


" Ketika sihat 'ujub' pada diri sendiri bila diuji cepat patah hati."


" Bila menderita pada bencana berdoa dengan rasa terpaksa."


" Bila mendapat kurnia berpaling dengan menyombong diri menyanggah kata."


" Diri akur pada prasangka bukan pada keyakinan."


" Banyak menguyah petuah namun tidak menjadikannya sebagai petuah."


" Kata-kata di jadikan dalil namun tidak pada perbuatan."


" Membesar-besarkan dosa orang lain namun meremehkan dosa sendiri."


" Membangga-banggakan ketaatan sendiri namun tidak menilai ketaatan orang lain."


" Mudah mengata namun diri sendiri berpura-pura."


" Senang dengan kehidupan orang berada kurang pula gemar berzikir bersama orang fakir."


" Amat mudah membenarkan diri sendiri dan mudah menyalahkan orang lain."


" Kerap melanggar dan menuntut kebenaran namun diri sendiri jarang menepati."


" Takut dan gentar sesama makhluk tidak kerana Rabbnya namun tidak takut dan gentar Rabbnya demi makhlukNya."


Saya insaf kekerdilan dan kelemahan diri.
Airmata adalah teman yang paling setia.